UU Kripto Baru Menjadi Upaya Trump Mengembalikan Dominasi Dolar AS

Tren global menuju digitalisasi keuangan semakin menguat setelah sejumlah negara mengumumkan bahwa mata uang kripto nasional mereka kini digunakan sebagai alat pembayaran internasional, menggantikan peran dominan dolar AS di sektor tertentu.


Latar Belakang Perubahan

Mata uang kripto nasional, atau Central Bank Digital Currency (CBDC), adalah versi digital dari mata uang resmi suatu negara yang diterbitkan dan dikendalikan oleh bank sentral.
Alasan negara beralih ke CBDC meliputi:

  • Mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam perdagangan internasional

  • Mempercepat transaksi lintas batas dengan biaya rendah

  • Meningkatkan transparansi dan keamanan pembayaran


Negara yang Sudah Mengadopsi

Beberapa negara yang melaporkan penggunaan CBDC untuk transaksi internasional antara lain:

  • China dengan e-CNY (Yuan Digital)

  • Uni Emirat Arab dengan Digital Dirham

  • Brasil dengan Drex

  • Nigeria dengan e-Naira

  • Rusia dengan Rubel Digital

China bahkan telah melakukan kesepakatan bilateral dengan beberapa negara Afrika dan Asia untuk menerima e-CNY dalam perdagangan energi dan bahan baku.


Dampak Terhadap Ekonomi Global

Menurut laporan Bank for International Settlements (BIS):

  • Volume perdagangan internasional dengan CBDC meningkat 250% dalam setahun terakhir

  • Beberapa pasar energi mulai mengacu pada harga kontrak dalam mata uang digital nasional

  • Potensi pelemahan pengaruh dolar AS di jangka panjang

Ekonom memperingatkan bahwa transisi ini dapat memicu pergeseran geopolitik dalam keuangan global.


Tantangan dan Risiko

Meski menjanjikan, adopsi CBDC memiliki hambatan:

  • Perbedaan standar teknologi antar negara

  • Ancaman siber terhadap infrastruktur digital

  • Kekhawatiran privasi terkait pengawasan transaksi oleh pemerintah


Kesimpulan:
Penggunaan mata uang kripto nasional dalam perdagangan internasional menandai awal era baru sistem moneter global. Jika tren ini terus berlanjut, dominasi dolar AS yang telah berlangsung puluhan tahun bisa berkurang, membuka peta kekuatan ekonomi yang lebih multipolar.