Gelombang Protes Petani di India Kembali Memuncak: Ribuan Blokir Jalur Kereta dan Jalan Raya di Delhi dan Punjab

🌾 Petani India Bangkit Lagi: UU Agraria Baru Picu Demonstrasi Nasional

India kembali dilanda gelombang protes besar-besaran dari petani, yang memuncak di Delhi, Punjab, Haryana, dan Uttar Pradesh, menyusul diberlakukannya UU Agraria Baru 2025 yang dinilai merugikan petani kecil. Ribuan petani melakukan blokade terhadap jalur transportasi utama, termasuk rel kereta api, jalan tol nasional, dan akses ke ibu kota New Delhi.

Federasi Petani Seluruh India (AIKS) menyebut UU tersebut sebagai bentuk “privatisasi terselubung sektor pertanian”, dan mendesak pemerintah untuk mencabut kebijakan serta mengembalikan subsidi pertanian yang dihapus.


📜 Isi Kontroversial UU Agraria 2025

  • Penghapusan harga minimum (MSP) untuk sejumlah komoditas pokok seperti gandum, beras, dan tebu

  • Memberikan hak kontrak penuh kepada korporasi swasta dalam pengelolaan lahan dan panen

  • Insentif pajak bagi investor asing yang ingin masuk ke sektor pertanian India

  • Menghapus beberapa jaminan terhadap utang dan pinjaman pertanian


🔥 Eskalasi Aksi Massa

  • 11 kota besar lumpuh, termasuk Chandigarh, Jaipur, dan Lucknow

  • Demonstrasi di depan Parlemen India memicu bentrok antara petani dan polisi anti huru hara

  • Lebih dari 200 petani ditangkap, dan 34 orang mengalami luka-luka, termasuk 5 aparat

  • Tenda-tenda protes dan traktor dikerahkan kembali seperti dalam protes besar 2020–2021


🧠 Narasi dan Tuntutan Petani

  • Menuntut pengembalian subsidi pupuk dan air irigasi

  • Mendesak penerapan harga minimum yang mengikat secara hukum

  • Penolakan terhadap keterlibatan perusahaan agrobisnis multinasional dalam pengelolaan hasil tani

  • Jaminan penghapusan utang bagi petani kecil dan buruh tani


🤝 Respons Pemerintah dan Oposisi

  • Perdana Menteri Narendra Modi menyebut undang-undang ini sebagai “reformasi struktural untuk pertumbuhan pertanian jangka panjang”

  • Pemerintah membuka opsi dialog terbatas, namun menolak pembatalan penuh

  • Partai oposisi utama (Congress dan AAP) menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan petani

  • Mahkamah Agung India mempertimbangkan penangguhan sementara atas implementasi UU


🌍 Dampak Ekonomi dan Sosial

  • Rantai pasok bahan pangan terganggu, memicu lonjakan harga sayur dan biji-bijian hingga 25%

  • Sektor ekspor agrikultur India mengalami keterlambatan besar

  • Ketegangan sosial meningkat di pedesaan, dengan ancaman mogok massal petani di seluruh negeri


📌 Kesimpulan

Gelombang protes petani India menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari keadilan sosial. Di negara di mana lebih dari 60% penduduk bergantung pada sektor pertanian, mengabaikan suara petani berarti mengabaikan akar kekuatan rakyat itu sendiri. India kini kembali menghadapi ujian demokrasi: apakah suara desa masih bisa mengguncang kursi kekuasaan?

Related Posts

Krisis Rohingya Memuncak: ASEAN Kecam Myanmar atas Pelanggaran dan Pemilu Palsu

Kuala Lumpur–Geneva, 5 Agustus 2025 — ASEAN menghadapi tekanan meningkat atas posisi rinciannya terkait krisis Rohingya, menyusul eskalasi pelanggaran hak asasi di Myanmar dan rencana pemilu yang dianggap sebagai “sham…

Peran Startup Teknologi: Penggerak Inovasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Startup teknologi merupakan perusahaan rintisan yang mengadopsi model bisnis inovatif dan memanfaatkan kemajuan digital. Per Januari 2024, terdapat 2.562 startup di Indonesia—menjadikannya yang terbanyak di Asia Tenggara dan peringkat ke-6…

You Missed

Melayang – Andien: Perasaan Cinta yang Membuat Bahagia

Dia – Sammy Simorangkir: Penyesalan atas Kehilangan

Persipura Jayapura Tampilkan Performa Kuat, Menang Atas Barito Putera

Perseru Badak Lampung Tampil Tangguh Saat Mengalahkan Bhayangkara FC

Hanya Memuji – Shanty & Marcell: Ungkapan Kekaguman pada Kekasih

Judul: Duel Pemain Brasil: Persija vs Malut United Hadirkan Gemerlap Asing di Pekan Ketiga Super League