
Jakarta, 7 Juli 2025 — Kabar mengejutkan datang dari dunia musik tanah air. Ariel NOAH, vokalis legendaris Indonesia, mengumumkan bahwa ia dan band-nya akan merilis album terakhir sebelum memutuskan untuk vakum tanpa batas waktu dari industri musik. Pengumuman ini disampaikan lewat siaran langsung di kanal YouTube NOAH pada Minggu malam dan langsung viral di berbagai platform media sosial.
“Bukan perpisahan, hanya jeda panjang. Kami ingin rehat, menemukan versi lain dari diri kami tanpa sorotan,” kata Ariel sambil tersenyum namun mata berkaca-kaca.
Album Bertajuk “Langit ke Tujuh”
Album terakhir NOAH akan bertajuk “Langit ke Tujuh”, berisi 9 lagu baru dan 3 versi rearansemen dari lagu-lagu klasik mereka seperti Bintang di Surga, Separuh Aku, dan Andaikan Kau Datang. Album ini disebut-sebut sebagai karya paling eksperimental mereka, menggabungkan unsur musik akustik, elektronik minimalis, dan orkestra.
“Ini bukan tentang pamit, tapi tentang merayakan perjalanan,” ujar Ariel.
Reaksi Industri Musik dan Penggemar
Setelah pengumuman tersebut, tagar #ArielNOAH dan #LangitKeTujuh langsung menduduki trending topic di X (Twitter) dan Instagram. Ribuan penggemar membanjiri kolom komentar dengan pesan haru, nostalgia, dan ucapan terima kasih.
Beberapa selebriti yang memberikan reaksi:
-
Gading Marten: “Kalau mereka rehat, bagian dari kenangan remaja kita ikut istirahat.”
-
Anggun C. Sasmi: “NOAH adalah identitas musik Indonesia modern. Terima kasih, Ariel.”
Rencana Konser Perpisahan
Sebagai penutup perjalanan mereka sebelum vakum, NOAH juga menyiapkan rangkaian konser bertajuk “Sebelum Langit ke Tujuh” yang akan digelar di 7 kota besar Indonesia, dimulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, hingga Makassar.
Konser ini akan menghadirkan tamu spesial dari musisi lintas generasi, serta akan dibuat dalam versi dokumenter yang akan tayang di Netflix tahun depan.
Ariel dan Masa Depan
Ariel menyatakan bahwa masa vakum ini akan ia gunakan untuk berkarya di bidang visual art dan produksi film. Ia juga mengaku tengah menyusun naskah film pendek bertema musik dan kehilangan.
“Saya ingin menulis, memotret, dan diam sejenak. Setelah 20 tahun bernyanyi, mungkin ini saatnya mendengarkan,” ujarnya.
Kesimpulan
Kabar vakumnya NOAH dan Ariel adalah momen emosional bagi dunia musik Indonesia. Namun, keputusan ini bukan akhir, melainkan sebuah jeda yang penuh penghormatan terhadap perjalanan panjang yang telah mereka torehkan.
Seperti langit ketujuh yang disiratkan, barangkali inilah saatnya naik lebih tinggi — bukan untuk meninggalkan, tapi untuk melihat segalanya lebih luas.