Di era modern sepak bola yang penuh dengan perpindahan pemain dan perburuan trofi instan, sosok Marco Reus menjadi pengecualian. Ia adalah simbol loyalitas, ketekunan, dan cinta sejati terhadap klubnya, Borussia Dortmund. Meski dilanda berbagai cedera dan godaan dari klub-klub raksasa Eropa, Reus tetap setia mengenakan jersey kuning-hitam, menjadikannya legenda hidup di Signal Iduna Park.
Awal Karier: Anak Kota Dortmund yang Bersinar
Marco Reus lahir pada 31 Mei 1989 di Dortmund, Jerman. Ia memulai karier sepak bolanya di akademi Borussia Dortmund, namun sempat dilepas dan membangun namanya di klub kecil seperti Rot Weiss Ahlen dan kemudian Borussia Mönchengladbach. Di sana, Reus tampil gemilang dan menjadi salah satu pemain muda paling bersinar di Bundesliga.
Musim 2011/2012 menjadi titik balik karier Reus. Ia mencetak 18 gol dan membantu Gladbach finis di posisi empat besar. Performanya menarik perhatian banyak klub top Eropa, termasuk Bayern Munchen, tetapi Reus memilih pulang ke klub masa kecilnya: Borussia Dortmund.
Bersinar di Dortmund: Antara Kejayaan dan Kesetiaan
Reus kembali ke Dortmund pada musim panas 2012 dan langsung menjadi ikon baru klub. Bersama pelatih Jürgen Klopp, ia menjadi bagian dari tim muda yang menakutkan bersama Mario Götze, Robert Lewandowski, dan Mats Hummels. Penampilan Reus penuh gaya: cepat, cerdas, dan mematikan di depan gawang.
Prestasi yang diraih antara lain:
-
🏆 DFB Pokal (Piala Jerman): 2017 dan 2021
-
🏆 DFL Supercup: 2013, 2014, 2019
-
🏆 Finalis Liga Champions 2013, kalah tipis dari Bayern Munich
-
⚽ Lebih dari 160 gol dan 120 assist sepanjang kariernya di Dortmund
-
🎖️ Kapten tim sejak 2018, dikenal sebagai pemimpin rendah hati dan respek
Duka Cedera dan Mimpi yang Tertunda
Namun perjalanan Reus tidak mulus. Ia berulang kali diganggu cedera serius, termasuk cedera ligamen, hamstring, dan masalah pergelangan kaki yang mengganggu performanya di berbagai musim. Beberapa cedera bahkan membuatnya absen di:
-
❌ Piala Dunia 2014, saat Jerman menjadi juara
-
❌ Euro 2016 dan bagian dari Piala Dunia 2022
Meski begitu, Reus tidak pernah menyerah. Ia terus bangkit dan memberikan kontribusi maksimal untuk klubnya setiap kali pulih. Sikap profesional dan semangat juangnya membuatnya dihormati tak hanya oleh fans Dortmund, tetapi juga oleh publik sepak bola Jerman secara luas.
Gaya Bermain: Elegan, Efisien, Mematikan
Marco Reus dikenal sebagai gelandang serang serbabisa yang bisa bermain di sisi sayap maupun di tengah. Kecepatannya, kontrol bola yang halus, dan kemampuan mencetak gol dari berbagai posisi membuatnya menjadi mimpi buruk bagi pertahanan lawan.
Ia juga memiliki insting tajam dalam membaca ruang, memanfaatkan celah di antara lini pertahanan, dan menciptakan peluang bagi rekan setim.
Akhir Sebuah Era dan Warisan Abadi
Pada akhir musim 2023/2024, Reus secara emosional mengumumkan bahwa ia tidak akan memperpanjang kontrak dengan Dortmund. Setelah lebih dari satu dekade mengabdi, ia meninggalkan klub sebagai pencetak gol terbanyak ke-2 dalam sejarah Dortmund, hanya kalah dari Adi Preißler.
Namun, ia tidak langsung pensiun. Pada 2024/2025, Reus memutuskan melanjutkan karier di luar Eropa, kemungkinan besar ke MLS atau Liga Saudi, demi tantangan baru dan pengalaman internasional di akhir kariernya.
Kesimpulan
Marco Reus bukan hanya pesepak bola hebat, tetapi juga simbol dari kesetiaan yang langka. Ia memilih Dortmund saat bisa pergi ke klub yang lebih kaya trofi. Ia tetap bertahan saat banyak pemain bintang lainnya hengkang. Ia berjuang melalui cedera demi bisa kembali menyapa ribuan penggemar di Südtribüne.
Dalam sepak bola yang semakin bisnis dan transaksional, Marco Reus adalah romantisme yang hidup — pemain yang tidak hanya bermain untuk menang, tetapi juga untuk mencintai.