Jakarta, 20 Juli 2025 – Startup kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia, Eureka AI, baru saja menutup pendanaan Seri B dengan nilai mencapai USD 20 juta (sekitar Rp274 miliar). Pendanaan ini dipimpin oleh Apis Partners, Riyad Taqnia Fund, MEC Ventures, dan Gobi Partners, serta diikuti oleh investor lainnya seperti SG Innovate, GDP Ventures, Pacific Bridge, dan Cianna Capital.
Pencapaian Eureka AI
Eureka AI, yang didirikan pada tahun 2017 oleh Benjamin Soemartopo, mengembangkan platform perangkat lunak berbasis AI bernama Spectrum. Platform ini memanfaatkan data seluler untuk memberikan intelijen yang dapat ditindaklanjuti, membantu perusahaan dalam analisis audiens, penilaian risiko, mobilitas, dan aktivasi pasar. Produk Eureka AI telah diterapkan di berbagai sektor, termasuk perbankan, asuransi, transportasi, dan barang konsumen cepat saji (FMCG).
Dengan dana segar ini, Eureka AI berencana untuk memperluas ekspansi internasional dan mengembangkan portofolio produknya. Perusahaan ini telah menjalin kerjasama dengan operator seluler di Asia Tenggara, India, dan Timur Tengah, yang melayani lebih dari 1 miliar pelanggan. Selain itu, Eureka AI juga berencana merambah pasar Eropa dan Amerika Serikat untuk memperluas jangkauan layanannya.
Strategi Pertumbuhan Global
Pendanaan Seri B ini akan memperkuat posisi Eureka AI dalam industri AI, serta mendorong perusahaan untuk terus berinovasi. Dengan dukungan investasi ini, Eureka AI berharap dapat mempercepat ekspansi internasionalnya, memperkenalkan produk AI mereka ke pasar global, dan menciptakan peluang baru untuk pertumbuhan yang lebih cepat.
Kesimpulan
Eureka AI menunjukkan komitmen yang kuat dalam memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan berbagai sektor industri, serta menargetkan pasar global. Dengan pendanaan Seri B yang berhasil diraih, perusahaan ini semakin yakin untuk mempercepat misi mereka dan memperluas kehadiran mereka di tingkat internasional. Pendanaan ini juga menjadi bukti bahwa pasar investasi teknologi di Indonesia terus berkembang pesat, mendukung inovasi lokal untuk bersaing di pasar global.