Senin, 6 Juli 2026 penyerang Timnas Swiss, Breel Embolo, menjadi pemain pertama yang tercatat terkena dampak penerapan aturan baru Video Assistant Referee (VAR) di Piala Dunia 2026. Keputusan yang diambil melalui teknologi tersebut menjadi salah satu momen paling banyak diperbincangkan sepanjang turnamen.
Insiden terjadi dalam pertandingan babak gugur saat wasit menerima rekomendasi untuk meninjau kembali sebuah pelanggaran melalui VAR. Setelah melihat tayangan ulang dari berbagai sudut, pengadil lapangan memutuskan memberikan kartu merah kepada Embolo.
Keputusan tersebut langsung mengubah jalannya pertandingan. Swiss harus melanjutkan laga dengan hanya 10 pemain, sementara Argentina memperoleh keuntungan dalam penguasaan bola dan intensitas serangan hingga akhir pertandingan.
Penerapan aturan VAR yang diperbarui memang bertujuan meningkatkan akurasi pengambilan keputusan wasit, terutama dalam situasi krusial seperti pelanggaran berat, kartu merah langsung, maupun insiden di area penalti. Meski demikian, keputusan tersebut tetap memicu beragam tanggapan dari pemain, pelatih, dan para pendukung.
Bagi Swiss, kehilangan Embolo menjadi pukulan besar. Sang penyerang merupakan salah satu andalan di lini depan, sehingga absennya ia di sisa pertandingan memengaruhi keseimbangan permainan tim dalam menghadapi tekanan lawan.
Di sisi lain, Argentina mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan lebih baik. Meski tetap mendapat perlawanan sengit dari Swiss, Albiceleste akhirnya berhasil mengamankan kemenangan dan melangkah ke babak semifinal.
Insiden yang melibatkan Embolo diperkirakan akan menjadi salah satu momen yang dikenang dari Piala Dunia 2026. Selain berpengaruh terhadap hasil pertandingan, kejadian tersebut juga menjadi contoh nyata bagaimana aturan baru VAR dapat memberikan dampak besar terhadap jalannya sebuah laga.
Seiring berlanjutnya turnamen, penggunaan VAR dipastikan akan terus menjadi perhatian. Para pemain dituntut lebih berhati-hati dalam setiap duel, sementara para wasit diharapkan mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara konsisten demi menjaga keadilan dan sportivitas di lapangan.





