Pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, meluapkan kekecewaannya setelah gol yang dicetak Jonathan Tah dianulir dalam pertandingan Piala Dunia 2026. Menurutnya, keputusan tersebut sangat merugikan tim dan menjadi salah satu momen yang memengaruhi jalannya laga.
Nagelsmann menilai gol tersebut seharusnya tetap disahkan karena tidak melihat adanya pelanggaran yang cukup jelas untuk membatalkannya. Ia mengaku sulit menerima keputusan wasit, terlebih setelah tayangan ulang dianggap belum memberikan alasan yang benar-benar meyakinkan.
Pelatih berusia 39 tahun itu menegaskan bahwa teknologi seharusnya membantu menghasilkan keputusan yang lebih akurat. Namun, dalam situasi tersebut ia merasa proses pengambilan keputusan justru memunculkan lebih banyak tanda tanya dibandingkan memberikan kepastian.
Gol yang dianulir itu sempat membangkitkan semangat para pemain Jerman. Ketika wasit memutuskan untuk membatalkannya, atmosfer pertandingan berubah dan Die Mannschaft harus kembali membangun momentum untuk mengejar hasil yang diinginkan.
Meski kecewa terhadap keputusan tersebut, Nagelsmann tetap meminta para pemainnya untuk tidak larut dalam rasa frustrasi. Ia menilai tim harus belajar menghadapi situasi sulit dan tetap menjaga fokus sepanjang pertandingan, apa pun keputusan yang diambil oleh perangkat pertandingan.
Sementara itu, Jonathan Tah memilih menghormati keputusan wasit meski mengaku kecewa. Bek tangguh tersebut menegaskan bahwa seluruh pemain kini hanya bisa menjadikan kejadian itu sebagai bahan evaluasi dan segera mengalihkan fokus ke tantangan berikutnya.
Nagelsmann berharap insiden serupa tidak kembali terjadi pada pertandingan-pertandingan penting di masa depan. Menurutnya, keputusan yang tepat dan konsisten sangat penting untuk menjaga keadilan serta kualitas kompetisi di level tertinggi sepak bola dunia.




