Dhaka, 4 Oktober 2026 – Pemerintah Bangladesh mengecam keras serangan drone terhadap fasilitas distribusi listrik di Kota Madinah, Arab Saudi, yang dituduhkan kepada kelompok Houthi Yaman. Kementerian Luar Negeri Bangladesh menyatakan serangan terhadap infrastruktur sipil yang melayani Masjid Nabawi merupakan tindakan yang tidak dapat diterima. Dhaka juga menyampaikan solidaritas penuh kepada Arab Saudi dalam menjaga keamanan dan kedaulatannya. Bangladesh menegaskan penolakannya terhadap tindakan agresi yang dapat mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan.
Serangan tersebut terjadi pada 29 September 2026 dan menyasar stasiun distribusi listrik Taibah di Madinah. Koalisi pimpinan Arab Saudi menyebut fasilitas tersebut memasok listrik untuk Masjid Nabawi, salah satu tempat suci utama umat Islam. Serangan membuat satu transformator tidak dapat beroperasi, tetapi tidak menyebabkan gangguan terhadap jaringan listrik secara keseluruhan. Tidak dilaporkan adanya gangguan besar terhadap pasokan listrik akibat insiden tersebut.
Bangladesh menilai penargetan terhadap fasilitas sipil yang memiliki keterkaitan dengan pelayanan Masjid Nabawi merupakan persoalan serius. Pemerintah negara Asia Selatan tersebut menekankan pentingnya penghormatan terhadap tempat-tempat suci serta keamanan masyarakat. Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan dukungan Bangladesh terhadap Arab Saudi setelah insiden di Madinah. Dhaka juga menekankan perlunya menjaga perdamaian di kawasan yang tengah menghadapi peningkatan ketegangan.
Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap puing drone mengarah pada keterlibatan Houthi dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan. Koalisi menyebut kesimpulan tersebut diperoleh melalui evaluasi pascaserangan serta pemeriksaan terhadap bagian drone yang ditemukan. Arab Saudi kemudian menegaskan akan terus mengambil langkah untuk melindungi kota-kota suci dan para jamaah.
Namun, Houthi membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut. Sumber militer Houthi menolak tuduhan koalisi dan menyebut kelompoknya tidak melakukan serangan terhadap fasilitas di Madinah. Perbedaan pernyataan tersebut membuat atribusi serangan tetap menjadi klaim yang diperselisihkan antara kedua pihak. Koalisi Saudi tetap mempertahankan kesimpulannya bahwa bukti yang diperoleh mengarah kepada Houthi.
Insiden Madinah terjadi ketika ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi kembali meningkat. Pertempuran dan serangan lintas wilayah kembali menjadi perhatian setelah periode relatif lebih tenang menyusul gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2022. Perkembangan terbaru menunjukkan konflik kembali berpotensi memberikan dampak terhadap keamanan regional. Kondisi tersebut turut meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan fasilitas sipil dan infrastruktur penting.
Kecaman Bangladesh menambah respons internasional terhadap insiden yang menyasar fasilitas listrik di Madinah. Dhaka menegaskan dukungannya terhadap keamanan dan kedaulatan Arab Saudi sekaligus menyerukan terjaganya stabilitas kawasan. Di tengah perbedaan klaim mengenai pihak yang bertanggung jawab, perlindungan terhadap masyarakat sipil dan infrastruktur vital menjadi perhatian utama. Perkembangan situasi selanjutnya akan menjadi sorotan seiring meningkatnya kembali ketegangan antara pihak-pihak yang terlibat konflik.





