Gorontalo, 18 Oktober 2026 – Pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) menyampaikan tausiah di Masjid Polda Gorontalo dengan menekankan pentingnya menjaga integritas, kejujuran, dan tanggung jawab bagi setiap aparatur negara. Pesan keagamaan tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga menyangkut nilai moral dan etika. Sebagai bagian dari institusi pelayanan publik, aparat kepolisian memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Integritas menjadi salah satu prinsip utama yang harus diterapkan dalam menjalankan kewenangan dan mengambil keputusan. Melalui kegiatan keagamaan tersebut, nilai-nilai spiritual diharapkan dapat memperkuat komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam konteks pengabdian sebagai aparatur negara, UAS mengingatkan pentingnya menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Jabatan dan kewenangan merupakan bentuk kepercayaan yang harus digunakan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Setiap keputusan yang diambil aparatur negara memiliki konsekuensi terhadap kehidupan orang lain sehingga perlu dilandasi pertimbangan yang adil. Kejujuran juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat antara pemerintah dan masyarakat. Dengan memegang teguh prinsip tersebut, aparatur negara diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan.
Pesan mengenai integritas memiliki relevansi dengan tugas kepolisian yang berhubungan langsung dengan penegakan hukum dan pelayanan masyarakat. Anggota Polri dituntut menjalankan kewenangan berdasarkan ketentuan perundang-undangan serta menjunjung tinggi kode etik profesi. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, aparat sering menghadapi situasi yang membutuhkan ketegasan sekaligus kebijaksanaan. Sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab menjadi unsur penting untuk memastikan setiap tindakan dapat dipertanggungjawabkan. Penguatan karakter melalui pembinaan keagamaan dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut.
Kegiatan tausiah di lingkungan Polda Gorontalo juga mencerminkan peran pembinaan spiritual dalam kehidupan aparatur negara. Selain meningkatkan kemampuan teknis dan profesional, pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Nilai-nilai keagamaan dapat memberikan landasan moral dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan. Pembinaan spiritual juga menjadi kesempatan bagi personel untuk melakukan refleksi terhadap tanggung jawab yang diemban. Melalui pendekatan tersebut, pengabdian kepada masyarakat diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian tugas, tetapi juga memperhatikan kualitas perilaku dan keteladanan.
UAS dikenal sebagai pendakwah yang kerap menyampaikan pesan mengenai hubungan antara ajaran agama dan kehidupan sosial. Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan pentingnya menerapkan nilai kejujuran, kesederhanaan, serta kepedulian terhadap sesama. Prinsip tersebut memiliki kaitan erat dengan tanggung jawab aparatur negara yang bekerja untuk kepentingan masyarakat luas. Seorang abdi negara diharapkan mampu menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi ketika menjalankan kewenangannya. Keteladanan dalam tindakan sehari-hari menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa nilai moral tidak hanya disampaikan melalui perkataan.
Penguatan integritas juga berkaitan dengan upaya mencegah penyalahgunaan jabatan dan berbagai bentuk pelanggaran etik. Aparatur negara memiliki kewajiban menjaga batas kewenangan serta menghindari tindakan yang dapat menimbulkan konflik kepentingan. Dalam lingkungan kepolisian, penerapan prinsip tersebut penting untuk memastikan proses pelayanan dan penegakan hukum berjalan secara objektif. Pengawasan kelembagaan perlu berjalan seiring dengan pembinaan moral agar standar profesionalisme dapat diterapkan secara konsisten. Dengan demikian, kegiatan keagamaan dapat menjadi pelengkap bagi sistem pendidikan, pengawasan, dan penegakan disiplin internal.
Selain memberikan penguatan kepada personel kepolisian, pesan mengenai integritas juga relevan bagi seluruh penyelenggara pelayanan publik. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara sangat dipengaruhi oleh perilaku pejabat dan petugas ketika menjalankan tanggung jawabnya. Pelayanan yang adil, transparan, dan tidak diskriminatif menjadi bentuk nyata penerapan nilai kejujuran dalam kehidupan pemerintahan. Masyarakat juga memiliki harapan agar aparatur negara mampu memberikan contoh melalui sikap yang santun dan bertanggung jawab. Oleh sebab itu, pembinaan karakter perlu dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari budaya kerja institusi.
Tausiah UAS di Masjid Polda Gorontalo menjadi momentum untuk kembali menegaskan pentingnya integritas dalam pelaksanaan tugas aparatur negara. Pesan mengenai amanah dan tanggung jawab diharapkan dapat mendorong setiap personel untuk mengevaluasi sikap serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Nilai spiritual perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dalam memberikan pelayanan, menjaga keamanan, dan menegakkan hukum secara adil. Pembinaan moral yang didukung profesionalisme serta pengawasan kelembagaan dapat membantu memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Melalui komitmen tersebut, aparatur negara diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sekaligus memberikan teladan positif bagi masyarakat.





