
Jakarta, 15 Juli 2025 – Sebuah inovasi kuliner urban hadir di pusat ibu kota. Bertempat di kawasan SCBD Lot 8, Jakarta Selatan, sebuah kompleks gastronomi modern bernama “Pasar Rasa Nusantara” resmi dibuka akhir pekan lalu. Tempat ini menghadirkan lebih dari 70 tenant makanan tradisional dari seluruh provinsi di Indonesia, disajikan dalam konsep food hall modern berstandar internasional.
Dengan interior yang menggabungkan unsur tradisional seperti ornamen ukiran Dayak, tenun Nusa Tenggara, hingga motif Toraja, “Pasar Rasa Nusantara” bukan hanya menyuguhkan makanan lezat, tetapi juga membawa pengunjung menjelajahi keragaman rasa dan cerita dari seluruh penjuru negeri.
Menyatukan Ragam Cita Rasa Indonesia dalam Satu Atap
Dikuratori oleh tim ahli kuliner dari Asosiasi Chef Nusantara (ACN), setiap tenant di “Pasar Rasa Nusantara” harus menyajikan menu otentik yang menggunakan resep asli daerah masing-masing, dengan bahan-bahan lokal terbaik yang dikirim langsung dari tempat asalnya.
Beberapa tenant unggulan yang menyedot perhatian antara lain:
-
“Dapur Bundo” (Padang) – menyajikan rendang sapi asli Payakumbuh dan gulai tunjang yang dimasak 8 jam.
-
“Sambel Ijo Ternate” – menawarkan papeda ikan kuah kuning dan dabu-dabu kenari.
-
“Rasa Sangihe” (Sulawesi Utara) – menu khas seperti tinutuan, ikan bakar rica, dan panada beras ketan.
-
“Lumbung Pangan Bali” – menyajikan ayam betutu, lawar klungah, hingga laklak khas Karangasem.
-
“Warteg Maluku Modern” – menghadirkan sagu lempeng, colo-colo, dan ikan asap palumara.
Di luar makanan utama, tersedia juga area “Dessert & Minuman Tradisional”, dengan es selendang mayang, bajigur, dadar gulung labu kuning, hingga kopi single origin dari Toraja dan Gayo.
Teknologi dan Edukasi Jadi Penguat Pengalaman
Menariknya, setiap stan dilengkapi dengan QR Code interaktif yang bisa dipindai untuk membaca sejarah makanan, cerita budaya di baliknya, dan video dokumenter dari proses memasak di daerah asalnya.
Selain makan, pengunjung juga bisa mengikuti kelas memasak langsung dari chef lokal, menyaksikan pertunjukan tari daerah, serta membeli bahan mentah khas Indonesia dari “Pojok Oleh-Oleh” di bagian belakang hall.
Direktur kreatif proyek ini, Chef Putu Ardana, menyebut bahwa Pasar Rasa Nusantara adalah “perayaan keanekaragaman Indonesia dalam satu pengalaman kuliner utuh yang modern tapi tetap menghormati akar.”
Respons Publik dan Dukungan Pemerintah
Sejak dibuka, pengunjung membludak. Dalam dua hari pertama saja, jumlah pengunjung mencapai lebih dari 18.000 orang, membuat banyak menu di tenant-tenant favorit habis sebelum jam tutup.
Gubernur DKI Jakarta turut hadir dalam pembukaan dan menyampaikan dukungannya:
“Ini adalah model food center masa depan — inklusif, edukatif, dan membangkitkan UMKM kuliner lokal dengan standar global.”
Selain menjadi destinasi kuliner, Pasar Rasa Nusantara juga menjadi sarana revitalisasi budaya, mempertemukan generasi muda urban dengan warisan kuliner dari kampung halaman mereka.
Rencana Ekspansi dan Dampak Ekonomi
Pemilik dan pengelola proyek, Rasa Bersatu Group, telah mengumumkan rencana ekspansi ke Bandung, Surabaya, dan Denpasar dalam 18 bulan ke depan. Mereka juga bermitra dengan platform online seperti GoFood, GrabKitchen, dan ShopeeFood agar pengunjung luar kota bisa menikmati produk unggulan dari Pasar Rasa secara daring.
Dengan lebih dari 900 tenaga kerja terserap, sebagian besar berasal dari komunitas kuliner lokal, tempat ini juga berperan dalam penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata dalam negeri.
Penutup: Kuliner Sebagai Simbol Persatuan
“Pasar Rasa Nusantara” bukan sekadar tempat makan, tapi juga panggung yang menyatukan identitas, sejarah, dan cita rasa dari 38 provinsi Indonesia. Di tengah era serba cepat dan homogen, tempat ini mengajak masyarakat menikmati kembali kekayaan lokal secara utuh — dari perut sampai ke hati.
Karena sejatinya, rasa adalah bahasa yang bisa menyatukan siapa saja — dan makanan adalah ekspresi cinta paling jujur dari sebuah bangsa.