Jakarta, 11 Mei 2026 – Ikatan Dokter Anak Indonesia mengimbau masyarakat agar tidak berlebihan khawatir terhadap hantavirus dan tetap memprioritaskan perhatian pada penyakit yang dinilai lebih mendesak seperti difteri dan campak. Menurut para dokter anak, ancaman penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi tersebut saat ini masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang lebih nyata di Indonesia.
Pernyataan itu muncul setelah meningkatnya perhatian publik terhadap hantavirus yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial. IDAI menilai informasi yang beredar perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan kepanikan berlebihan di tengah masyarakat.
Hantavirus sendiri merupakan penyakit yang umumnya ditularkan melalui paparan kotoran, urine, atau air liur hewan pengerat seperti tikus. Meski tetap perlu diwaspadai, kasusnya dinilai jauh lebih jarang dibanding penyakit menular lain yang sudah lama menjadi tantangan kesehatan di Indonesia.
Menurut IDAI, cakupan imunisasi anak terhadap difteri dan campak masih menjadi perhatian serius karena penurunan vaksinasi dapat meningkatkan risiko munculnya kejadian luar biasa di berbagai daerah. Kedua penyakit tersebut diketahui sangat menular dan dapat menimbulkan komplikasi berat, terutama pada anak-anak.
Dokter anak juga menekankan bahwa difteri dan campak memiliki dampak kesehatan yang jauh lebih besar apabila tidak dicegah sejak dini. Campak misalnya dapat menyebabkan komplikasi pada paru-paru dan otak, sementara difteri berisiko mengganggu sistem pernapasan hingga mengancam nyawa.
IDAI mengingatkan pentingnya melengkapi imunisasi dasar anak sesuai jadwal yang dianjurkan pemerintah. Vaksinasi disebut sebagai langkah paling efektif untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular berbahaya.
Selain imunisasi, masyarakat juga diminta tetap menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat. Untuk mencegah hantavirus, warga dianjurkan menjaga rumah dan area sekitar tetap bersih agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya tikus.
Pengamat kesehatan menilai fenomena kekhawatiran berlebihan terhadap penyakit tertentu sering kali dipengaruhi arus informasi cepat di media sosial. Akibatnya, perhatian masyarakat kadang teralihkan dari persoalan kesehatan yang sebenarnya lebih mendesak dan memiliki risiko lebih besar.
Pemerintah bersama tenaga kesehatan terus mengingatkan pentingnya edukasi kesehatan berbasis fakta ilmiah agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu akurat. Kesadaran terhadap vaksinasi dan pencegahan penyakit menular tetap menjadi fokus utama dalam menjaga kesehatan anak-anak di Indonesia.
Dengan imbauan tersebut, IDAI berharap masyarakat dapat lebih tenang menyikapi isu hantavirus sambil tetap memperhatikan ancaman penyakit yang lebih nyata seperti difteri dan campak yang hingga kini masih membutuhkan perhatian serius.







