Jakarta, 27 Agustus 2026 – Wakil Menteri Sosial mendorong keberadaan Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen penting untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi di Indonesia. Program tersebut diarahkan untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka memiliki akses terhadap pembelajaran, pembinaan karakter, serta lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan potensi mereka. Upaya ini dinilai penting karena kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan pendapatan, tetapi juga dapat berlangsung lintas generasi ketika anak tidak memperoleh kesempatan pendidikan dan pengembangan kemampuan yang memadai. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya menciptakan ruang pendidikan yang dapat membantu peserta didik meningkatkan kapasitas sekaligus membuka peluang kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari pendekatan pemerintah yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi utama dalam penanggulangan kemiskinan.
Dorongan terhadap penguatan Sekolah Rakyat tidak terlepas dari tantangan kemiskinan yang masih dihadapi sebagian masyarakat. Anak-anak yang tumbuh dalam keluarga dengan keterbatasan ekonomi sering menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses pendidikan berkualitas, baik karena persoalan biaya, kondisi lingkungan, maupun keterbatasan fasilitas pendukung. Situasi tersebut dapat memengaruhi peluang mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan memperoleh pekerjaan dengan tingkat penghasilan yang lebih baik. Ketika kondisi serupa berlangsung secara berulang dalam sebuah keluarga, risiko kemiskinan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya menjadi semakin besar. Karena itu, intervensi melalui pendidikan dipandang memiliki peran strategis untuk mengubah pola tersebut dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang dapat meningkatkan kemandirian mereka.
Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memberikan dukungan yang lebih menyeluruh kepada peserta didik. Pendekatan pendidikan yang terintegrasi diharapkan dapat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu berkembang secara akademis sekaligus memiliki keterampilan sosial dan karakter yang diperlukan untuk menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan. Lingkungan belajar yang terarah juga diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenali potensi serta minat mereka sejak dini. Dalam jangka panjang, kemampuan tersebut dapat menjadi modal bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja dengan kesiapan yang lebih baik. Pemerintah melihat pendidikan sebagai salah satu sarana yang mampu memperluas mobilitas sosial sehingga kondisi ekonomi keluarga pada masa sekarang tidak secara otomatis menentukan masa depan anak.
Wamensos menekankan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dan tidak dapat hanya bergantung pada penyelenggara pendidikan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik, masyarakat, serta keluarga memiliki peran masing-masing dalam memastikan proses pembinaan berjalan secara optimal. Kualitas guru menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan karena peserta didik membutuhkan tenaga pengajar yang tidak hanya menguasai materi akademik, tetapi juga mampu memahami kondisi sosial dan karakter anak dari latar belakang yang beragam. Selain itu, ketersediaan sarana pendidikan, pola pengasuhan, pendampingan psikososial, serta pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut diperlukan agar program tidak berhenti pada penyediaan akses sekolah, melainkan benar-benar menghasilkan perubahan terhadap kemampuan dan kesempatan hidup anak.
Dari sisi penanggulangan kemiskinan, pendidikan memiliki hubungan yang erat dengan peningkatan kualitas tenaga kerja dan produktivitas masyarakat. Anak yang memperoleh pendidikan secara konsisten memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maupun menciptakan kesempatan ekonomi secara mandiri. Dalam konteks tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi salah satu jalur untuk memperkecil kesenjangan kesempatan yang selama ini dialami kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas. Dampaknya tidak hanya diharapkan dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga oleh keluarga ketika anak nantinya mampu memperoleh kehidupan yang lebih mandiri. Dengan demikian, investasi di bidang pendidikan dapat memberikan efek jangka panjang terhadap kondisi sosial dan ekonomi rumah tangga.
Penguatan program juga membutuhkan evaluasi secara berkala agar pelaksanaannya benar-benar sesuai dengan tujuan awal. Pemerintah perlu memastikan bahwa anak-anak yang menjadi sasaran memperoleh layanan pendidikan secara tepat, memiliki akses terhadap fasilitas yang memadai, serta mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan mereka. Pemantauan terhadap perkembangan akademik dan nonakademik menjadi penting untuk mengetahui sejauh mana proses pendidikan memberikan hasil yang diharapkan. Di samping itu, koordinasi antarlembaga diperlukan agar persoalan yang berada di luar bidang pendidikan, seperti kebutuhan sosial dan perlindungan anak, dapat ditangani secara terpadu. Dengan mekanisme tersebut, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan tidak berjalan sebagai program yang berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi yang lebih luas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Upaya memutus kemiskinan antargenerasi pada akhirnya membutuhkan proses panjang dan konsisten karena perubahan kondisi sosial ekonomi sebuah keluarga tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Pendidikan dapat menjadi fondasi utama, tetapi hasilnya akan semakin kuat apabila disertai dukungan terhadap kesehatan, perlindungan sosial, keterampilan, kesempatan kerja, serta pemberdayaan keluarga. Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan titik awal yang lebih baik bagi anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap berbagai kesempatan tersebut. Pemerintah juga perlu menjaga kesinambungan program agar peserta didik memperoleh pendampingan sejak masa pendidikan hingga memiliki kemampuan untuk berdiri secara mandiri. Jika dilaksanakan secara konsisten dan didukung berbagai pihak, program ini diharapkan dapat membantu menciptakan perubahan sosial yang lebih luas sekaligus memperkecil kemungkinan kemiskinan kembali diwariskan kepada generasi berikutnya.:::





