Jakarta, 14 September 2026 – AS Roma berhasil mempertahankan posisi teratas klasemen sementara Liga Italia Serie A 2026/2027 setelah menuntaskan pertandingan pekan keempat dengan hasil positif. Tim asuhan Gian Piero Gasperini mengumpulkan 12 poin dari empat pertandingan dan masih mempertahankan catatan sempurna pada awal musim. Inter Milan memberikan tekanan ketat dengan koleksi 12 poin yang sama, tetapi berada di posisi kedua karena kalah dalam perhitungan selisih gol. Kejutan datang dari Como 1907 yang terus menunjukkan perkembangan dan kini menempati peringkat ketiga dengan 10 poin. Tim asuhan Cesc Fabregas tersebut hanya terpaut dua angka dari Roma dan Inter sehingga persaingan papan atas berlangsung semakin menarik. Posisi tersebut memperlihatkan Como mulai mampu bersaing dengan klub-klub yang secara tradisional memiliki kekuatan lebih besar di Serie A.
Roma mengamankan tambahan tiga poin setelah mengalahkan Torino dengan skor 2-0 dalam pertandingan tandang. Donyell Malen membuka keunggulan Roma pada menit ke-40 setelah memanfaatkan kesempatan yang diperoleh di area pertahanan lawan. Torino berusaha meningkatkan tekanan pada babak kedua, tetapi pertahanan Roma mampu menjaga keunggulan hingga memasuki masa tambahan waktu. Niccolo Pisilli kemudian mencetak gol kedua pada menit ke-90+3 untuk memastikan kemenangan tim tamu. Hasil tersebut membuat Roma menyapu bersih empat pertandingan pertama mereka dengan kemenangan. Konsistensi sejak awal musim menjadi modal penting bagi pasukan Gasperini dalam persaingan memperebutkan Scudetto.
Inter Milan berada tepat di belakang Roma setelah mencatat kemenangan dramatis atas Udinese. Nerazzurri sempat tertinggal dua gol sebelum mampu membalikkan keadaan dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 5-3. Lima gol Inter dicetak Carlos Augusto, Nicolo Barella, Marcus Thuram, Francesco Pio Esposito, dan Ange-Yoan Bonny. Kemenangan tersebut membuat Inter juga memiliki 12 poin dari empat pertandingan. Perbedaan selisih gol menempatkan mereka di bawah Roma untuk sementara waktu. Persaingan kedua klub semakin menarik karena Roma dan Inter dijadwalkan saling berhadapan pada pertandingan berikutnya.
Como menjadi salah satu tim yang paling menarik perhatian pada awal Serie A musim ini. Klub yang dilatih Fabregas tersebut mengumpulkan 10 poin setelah membukukan tiga kemenangan dan satu hasil imbang dari empat pertandingan. Pencapaian tersebut membuat Como belum terkalahkan sekaligus menempatkan mereka hanya dua poin dari dua tim teratas. Perkembangan ini menjadi sinyal bahwa Como tidak sekadar ingin bertahan di Serie A, tetapi mulai memiliki kemampuan bersaing di papan atas. Investasi terhadap skuad dan perkembangan permainan di bawah Fabregas mulai memberikan hasil. Konsistensi dalam beberapa pertandingan berikutnya akan menentukan seberapa lama mereka mampu bertahan di kelompok teratas.
Tambahan tiga poin terakhir Como diperoleh setelah mengalahkan Parma dengan skor 2-1 di Stadion Giuseppe Sinigaglia. Jacobo Ramon membuka keunggulan pada menit ke-23 setelah memanfaatkan umpan Nico Paz. Como kemudian menggandakan keunggulan melalui Kaiki Bruno pada menit ke-83. Parma masih mampu memperkecil ketertinggalan pada masa tambahan waktu, tetapi Como mempertahankan skor hingga pertandingan selesai. Menariknya, dua gol kemenangan tersebut berasal dari pemain belakang. Fabregas menilai kontribusi dari berbagai posisi membuat timnya semakin memiliki banyak pilihan dalam membongkar pertahanan lawan.
Lazio juga berada dalam persaingan papan atas dengan mengoleksi 10 poin. Perolehan tersebut membuat jarak antarklub di kelompok teratas masih sangat tipis pada fase awal musim. Satu hasil pertandingan dapat mengubah posisi beberapa tim sekaligus karena perbedaan poin belum terlalu besar. Klub-klub seperti AC Milan, Juventus, dan sejumlah pesaing lainnya juga masih memiliki kesempatan memperbaiki posisi. Serie A baru memasuki tahap awal sehingga belum ada tim yang dapat merasa nyaman dengan posisi mereka. Persaingan diperkirakan semakin ketat ketika jadwal kompetisi domestik dan Eropa mulai berjalan secara bersamaan.
Bagi Roma, keberhasilan mengumpulkan 12 poin dari empat pertandingan menunjukkan efektivitas pendekatan Gasperini. Roma mampu menjaga keseimbangan antara permainan menyerang dan pertahanan ketika menghadapi karakter lawan yang berbeda. Produktivitas lini depan juga didukung kontribusi pemain dari lini tengah. Selain itu, kemampuan mempertahankan konsentrasi hingga menit akhir menjadi salah satu faktor yang memberikan hasil maksimal. Tantangan terbesar berikutnya adalah mempertahankan performa ketika menghadapi lawan dengan kualitas setara. Pertemuan melawan Inter akan menjadi salah satu ujian terbesar bagi posisi Roma di puncak.
Inter memiliki kesempatan langsung untuk mengambil alih posisi pertama ketika menghadapi Roma. Pertandingan tersebut bukan hanya mempertemukan dua tim dengan poin yang sama, tetapi juga dua kandidat kuat dalam persaingan gelar. Inter menunjukkan daya juang tinggi ketika bangkit dari ketertinggalan melawan Udinese. Namun, kebobolan tiga gol juga menjadi catatan yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi lini serang Roma. Gasperini di sisi lain harus mempersiapkan tim menghadapi kedalaman skuad Inter yang mampu menghasilkan gol dari banyak pemain. Hasil pertandingan tersebut berpotensi memberikan perubahan signifikan terhadap susunan papan atas.
Como akan berusaha memanfaatkan persaingan Roma dan Inter untuk terus mendekati posisi teratas. Jika kedua rival tersebut kehilangan poin, kemenangan pada pertandingan berikutnya dapat semakin memperkecil jarak. Namun, Fabregas tetap harus menjaga ekspektasi karena perjalanan kompetisi masih sangat panjang. Como juga menghadapi jadwal yang semakin berat dengan keterlibatan dalam kompetisi Eropa. Rotasi pemain dan manajemen kebugaran menjadi penting agar performa di Serie A tidak menurun. Kedalaman skuad akan diuji ketika pertandingan berlangsung dalam interval waktu yang semakin pendek.
Klasemen sementara Serie A setelah rangkaian pekan keempat memperlihatkan AS Roma berada di posisi pertama dengan 12 poin, diikuti Inter Milan dengan jumlah poin yang sama. Como menempati peringkat ketiga dengan 10 poin dan menjadi salah satu kejutan terbesar pada awal musim 2026/2027. Persaingan masih sangat terbuka karena jarak antara pemimpin klasemen dan para pengejar belum lebar. Roma dan Inter memiliki kesempatan mengubah keseimbangan papan atas ketika keduanya berhadapan, sementara Como siap memanfaatkan setiap peluang untuk mendekat. Performa konsisten pasukan Fabregas membuat persaingan Serie A tidak lagi hanya berpusat pada klub-klub tradisional. Pekan-pekan berikutnya akan menjadi ujian apakah Como mampu mempertahankan momentum sekaligus terus memberikan tekanan kepada dua tim yang berada di atasnya.







