Jakarta, 22 September 2026 – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai usulan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) selama dua hari pada Sabtu dan Minggu sebagai gagasan menarik yang layak dipertimbangkan. Usulan tersebut muncul sebagai bagian dari upaya memperluas ruang publik sekaligus menekan tingkat emisi di Jakarta. Meski demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum mengambil keputusan mengenai penerapannya. Sejumlah aspek masih harus dipelajari sebelum uji coba dapat dilakukan. Salah satu pertimbangan utama adalah aktivitas perkantoran dan masyarakat yang masih berlangsung pada Sabtu.
Rano mengatakan pelaksanaan CFD pada Minggu relatif lebih mudah karena aktivitas perkantoran jauh lebih sedikit dibandingkan hari lainnya. Kondisinya berbeda pada Sabtu karena sebagian masyarakat masih harus bekerja dan melakukan perjalanan menuju tempat kerja. Penutupan sejumlah ruas jalan pada hari tersebut berpotensi memengaruhi pola mobilitas warga. Karena itu, Pemprov DKI perlu mempertimbangkan dampak lalu lintas sebelum memperluas jadwal CFD. Kajian juga diperlukan untuk menentukan ruas jalan yang memungkinkan digunakan tanpa menimbulkan gangguan berlebihan terhadap aktivitas masyarakat.
Meski terdapat sejumlah pertimbangan, Rano menilai penerapan CFD pada Sabtu sebenarnya tidak terlalu sulit dilakukan. Pembatasan kendaraan berlangsung dalam waktu tertentu dan tidak menutup ruas jalan sepanjang hari. Pelaksanaan CFD selama ini juga memiliki jadwal yang memungkinkan jalan kembali digunakan setelah kegiatan berakhir. Dengan pengaturan lalu lintas yang tepat, penambahan jadwal dinilai memungkinkan untuk dipertimbangkan lebih lanjut. Namun, keputusan tetap harus didasarkan pada kajian mengenai manfaat dan dampaknya bagi masyarakat.
Wacana CFD Sabtu-Minggu sebelumnya mendapatkan masukan dari DPRD DKI Jakarta agar terlebih dahulu diterapkan dalam bentuk uji coba. Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta M Taufik Zoelkifli mengusulkan masa percobaan berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Periode tersebut dapat digunakan untuk mengukur manfaat sekaligus melihat persoalan yang muncul di lapangan. Hasil evaluasi kemudian dapat menjadi dasar sebelum pemerintah menentukan apakah CFD dua kali dalam sepekan layak diterapkan secara permanen. Dampak terhadap kualitas udara, lalu lintas, aktivitas masyarakat, dan kegiatan ekonomi dapat menjadi bagian dari indikator evaluasi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya juga menyatakan usulan CFD dua kali dalam sepekan masih dikaji secara internal. Pemerintah provinsi tidak ingin mengambil keputusan terburu-buru karena ruas yang digunakan untuk CFD merupakan jalur penting bagi aktivitas Jakarta. Kawasan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said, misalnya, memiliki aktivitas perkantoran, perdagangan, hotel, dan kegiatan masyarakat yang cukup tinggi. Penambahan jadwal pada Sabtu karena itu membutuhkan pengaturan yang berbeda dibandingkan pelaksanaan pada Minggu. Pemerintah juga perlu memastikan pengalihan arus tidak menyebabkan kemacetan dan emisi berpindah ke ruas jalan alternatif.
Rano melihat penambahan CFD dapat menjadi salah satu pilihan dalam memperkuat upaya mengurangi emisi di Jakarta. Ia membandingkannya dengan kegiatan pemadaman lampu selama satu jam yang juga diarahkan untuk menekan emisi. Selain CFD pada akhir pekan, Rano sebelumnya pernah mengusulkan konsep Car Free Night sebagai alternatif pembatasan kendaraan pada periode tertentu. Berbagai gagasan tersebut menunjukkan adanya sejumlah pilihan kebijakan yang dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Namun, efektivitas setiap program tetap membutuhkan pengukuran agar manfaatnya dapat diketahui secara objektif.
Pemprov DKI Jakarta selanjutnya akan mempertimbangkan berbagai masukan sebelum menentukan langkah mengenai penambahan jadwal CFD. Apabila uji coba Sabtu-Minggu dilaksanakan, evaluasi diperlukan untuk melihat perubahan kualitas udara, kondisi lalu lintas, mobilitas pekerja, hingga aktivitas pelaku UMKM. Pengaturan lokasi dan durasi juga menjadi faktor penting agar manfaat CFD tidak menimbulkan persoalan baru bagi pengguna jalan. Pemerintah diharapkan dapat menemukan skema yang tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus menjaga kelancaran aktivitas kota. Keputusan mengenai pelaksanaan CFD dua kali dalam sepekan akan ditentukan setelah seluruh pertimbangan tersebut dikaji secara menyeluruh.






