Penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) kembali menjadi sorotan dalam pertandingan 2026 FIFA World Cup setelah keputusan wasit mengesahkan gol yang dicetak Germany national football team memicu perdebatan.
Insiden tersebut bermula ketika wasit menghentikan pertandingan untuk meninjau proses terjadinya gol melalui tayangan ulang VAR. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan tidak ada pelanggaran, posisi offside, maupun pelanggaran lain yang terjadi sebelum bola masuk ke gawang.
Setelah proses peninjauan selesai, wasit memutuskan gol Jerman sah. Keputusan tersebut langsung memunculkan beragam reaksi dari pemain, staf pelatih, hingga para pendukung kedua tim. Sebagian menilai keputusan itu sudah tepat berdasarkan bukti video, sementara yang lain mempertanyakan interpretasi aturan dalam proses peninjauan.
Perdebatan mengenai VAR bukan kali pertama terjadi di Piala Dunia. Teknologi tersebut memang dirancang untuk membantu wasit mengambil keputusan yang lebih akurat, namun tetap sering memunculkan diskusi karena adanya perbedaan penafsiran terhadap beberapa situasi di lapangan.
Di sisi lain, kubu Jerman menyambut positif keputusan tersebut karena menganggap proses pemeriksaan telah dilakukan sesuai prosedur. Mereka menilai keberadaan VAR memberikan kepastian sebelum keputusan akhir diambil oleh wasit.
Meski menuai pro dan kontra, penggunaan VAR tetap menjadi bagian penting dalam sepak bola modern. Teknologi ini diharapkan mampu meminimalkan kesalahan krusial, sekaligus menjaga keadilan dalam pertandingan, meskipun setiap keputusan yang dihasilkan masih berpotensi memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola.





