Jakarta, 28 Agustus 2026 – Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mendistribusikan 687.755 eksemplar Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) secara gratis kepada siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri. Total pengadaan buku tersebut mencapai Rp16,6 miliar dan ditujukan untuk mendukung kebutuhan pembelajaran tahun ajaran 2026/2027.
Program tersebut menyasar 90.456 siswa yang tersebar di 215 sekolah negeri di Kota Samarinda. Pemkot menegaskan penyediaan LKPD secara gratis merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh siswa memperoleh bahan pembelajaran tanpa dibebani biaya tambahan.
90 Ribu Siswa Jadi Penerima
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda Ibnu Araby menjelaskan, penerima LKPD terdiri dari 62.925 siswa SD dan 27.531 siswa SMP.
Jumlah sekolah penerima mencakup 164 SD negeri dan 51 SMP negeri. LKPD yang disiapkan mencakup delapan mata pelajaran untuk jenjang SD serta 11 mata pelajaran untuk jenjang SMP.
Distribusi tersebut dilakukan agar kebutuhan bahan pendukung pembelajaran dapat tersedia sejak awal tahun ajaran.
Anggaran Capai Rp16,6 Miliar
Pengadaan LKPD untuk jenjang SD mencapai 402.873 eksemplar dengan nilai kontrak sekitar Rp9,75 miliar.
Sementara itu, pengadaan untuk jenjang SMP sebanyak 284.882 eksemplar dengan nilai kontrak sekitar Rp6,87 miliar.
Jika digabungkan, nilai pengadaan kedua jenjang tersebut mencapai sekitar Rp16,62 miliar.
Anggaran pengadaan bersumber dari APBD Kota Samarinda tahun anggaran 2026.
Guru Diminta Kreatif Manfaatkan LKPD
Sekretaris Daerah Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti mengatakan keberadaan LKPD tidak boleh hanya menjadi pelengkap administrasi pembelajaran.
Guru diminta memanfaatkan buku tersebut secara kreatif dan menyesuaikannya dengan kondisi serta karakteristik peserta didik di masing-masing kelas.
Dengan demikian, LKPD diharapkan benar-benar membantu proses belajar, bukan sekadar menjadi buku yang wajib dimiliki siswa.
Distribusi Harus Transparan
Neneng juga meminta kepala sekolah memastikan distribusi LKPD berlangsung secara tertib, valid, dan transparan.
Pengawasan tersebut diperlukan agar seluruh buku yang telah disiapkan pemerintah benar-benar sampai kepada siswa yang menjadi sasaran program.
Pemkot juga menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pelaksanaan program yang menggunakan anggaran daerah.
Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
Menurut Ibnu Araby, LKPD dapat membantu siswa memahami materi pelajaran, mengembangkan kemampuan berpikir, serta mengikuti kegiatan pembelajaran secara lebih terarah sesuai kurikulum.
Ketersediaan bahan pembelajaran secara gratis juga diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga untuk kebutuhan sekolah.
Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkot Samarinda dalam memperluas akses pendidikan yang setara.
Pengadaan untuk SD dan SMP
Penyerahan simbolis LKPD dilakukan kepada perwakilan 10 SD negeri yang berada di wilayah pinggiran Kota Samarinda. Sementara itu, distribusi untuk 51 SMP dilakukan secara langsung dari penerbit ke sekolah penerima.
Pola distribusi tersebut diharapkan membuat penyaluran buku berlangsung lebih efektif dan tepat sasaran.
Pendidikan Tanpa Beban Buku
Program LKPD gratis melanjutkan kebijakan Pemkot Samarinda untuk meringankan beban orang tua siswa. Sebelumnya, pemerintah kota juga telah menanggung kebutuhan LKPD bagi siswa SD dan SMP negeri melalui pencetakan yang dilakukan pemerintah.
Dengan penyediaan bahan pembelajaran secara gratis, pemerintah berharap tidak ada lagi siswa yang terkendala mengikuti pembelajaran karena persoalan biaya buku.
Pemkot Samarinda mendistribusikan 687.755 eksemplar LKPD gratis senilai sekitar Rp16,6 miliar kepada 90.456 siswa di 215 SD dan SMP negeri. Program yang dibiayai APBD 2026 tersebut ditujukan untuk memastikan ketersediaan bahan pembelajaran sekaligus meringankan beban biaya pendidikan keluarga.





