Jakarta, 28 Mei 2026 – Warga di Kabupaten Kediri sempat dibuat geger setelah muncul sosok pocong yang berkeliaran pada malam hari di kawasan permukiman dan terekam dalam sejumlah video viral di media sosial. Banyak warga awalnya mengira kejadian tersebut berkaitan dengan hal mistis karena sosok pocong terlihat berjalan di area jalan kampung yang minim penerangan. Video yang beredar cepat memicu rasa takut dan penasaran masyarakat hingga menjadi perbincangan luas di internet. Namun setelah dilakukan penelusuran, sosok pocong tersebut ternyata hanyalah ulah iseng sekelompok pelajar yang sengaja membuat konten untuk media sosial. Aksi tersebut akhirnya berujung pada permintaan maaf setelah warga merasa resah dengan kejadian yang terjadi beberapa malam terakhir.
Menurut informasi dari warga sekitar, aksi pocong itu sempat membuat beberapa pengendara motor ketakutan ketika melintas di jalan kampung pada malam hari. Dalam video yang viral, terlihat sosok berpakaian putih melompat-lompat di dekat pepohonan dan pinggir jalan sambil direkam oleh temannya. Beberapa warga bahkan mengaku enggan keluar rumah pada malam hari setelah video tersebut menyebar luas. Situasi semakin ramai karena banyak orang mengaitkan kejadian itu dengan cerita mistis yang sebelumnya memang sering berkembang di wilayah tersebut. Setelah dilakukan penelusuran oleh warga dan aparat setempat, identitas para pelaku akhirnya diketahui dan dipastikan hanya aksi iseng para pelajar.
Para pelajar yang terlibat kemudian dipanggil bersama orang tua mereka untuk diberikan pembinaan oleh aparat dan tokoh masyarakat setempat. Dalam klarifikasinya, mereka mengaku membuat konten pocong hanya untuk hiburan dan mengikuti tren video horor yang sedang ramai di media sosial. Mereka tidak menyangka aksi tersebut justru menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar dan membuat banyak warga panik. Para pelaku akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada masyarakat karena telah mengganggu ketenangan lingkungan. Tokoh masyarakat juga mengingatkan para remaja agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak membuat konten yang berpotensi membahayakan orang lain.
Fenomena konten horor dan prank menyeramkan memang semakin sering muncul di berbagai platform digital dalam beberapa tahun terakhir. Banyak anak muda mencoba mencari perhatian dan popularitas dengan membuat video yang dianggap unik atau mengejutkan tanpa memikirkan dampak sosialnya. Namun sejumlah kasus menunjukkan bahwa aksi semacam itu dapat memicu kepanikan, mengganggu ketertiban umum, bahkan membahayakan keselamatan masyarakat. Pengamat media sosial menilai penting adanya edukasi mengenai etika digital agar generasi muda memahami batas antara hiburan dan tindakan yang meresahkan. Di era media sosial yang serba cepat, tekanan untuk viral sering kali membuat sebagian orang mengabaikan dampak dari konten yang mereka buat.
Peristiwa pocong viral di Kediri ini akhirnya menjadi pelajaran bagi banyak pihak tentang pentingnya tanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang lagi karena dapat menimbulkan ketakutan dan mengganggu kenyamanan lingkungan. Aparat setempat juga mengimbau masyarakat, khususnya remaja, untuk lebih kreatif membuat konten positif tanpa harus meresahkan publik. Meski berawal dari aksi iseng demi hiburan, kejadian ini menunjukkan bahwa dampak media sosial bisa berkembang jauh lebih besar dari yang dibayangkan pelakunya. Kini suasana kampung di Kediri tersebut mulai kembali normal setelah para pelajar menyampaikan permintaan maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi.







