Malang, 30 Agustus 2026 – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mencatat sebanyak 162 kelompok pendaki terdampak penutupan total jalur pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur. Jumlah tersebut terdiri atas 1.217 warga negara Indonesia (WNI) dan 18 warga negara asing (WNA).
Penutupan dilakukan setelah kebakaran hutan terjadi di Blok Ranu Kembang yang berada di sekitar jalur pendakian Gunung Semeru. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada 26 Agustus 2026 dan hingga kini belum ditentukan kapan jalur pendakian akan kembali dibuka.
Pendaki Sudah Memesan Tiket
Pranata Humas BB TNBTS Endrip Wahyutama mengatakan ratusan pendaki yang terdampak merupakan mereka yang sebelumnya telah membeli tiket dan menjadwalkan pendakian pada periode 27 Agustus hingga 2 September 2026.
“Kalau yang terdampak ada 162 kelompok, yakni 1.217 WNI dan 18 WNA,” kata Endrip.
Penutupan jalur pendakian dilakukan untuk mendukung proses pengendalian dan pemadaman kebakaran sekaligus memastikan keselamatan pengunjung. Kondisi di sekitar kawasan terdampak masih menjadi perhatian petugas karena medan yang curam dan angin turut menyulitkan proses penanganan kebakaran.
Tersedia Pilihan Refund dan Reschedule
BB TNBTS memberikan dua pilihan kepada pendaki yang terdampak penutupan, yakni pengembalian biaya tiket atau refund dan penjadwalan ulang atau reschedule.
Bagi pendaki yang memilih pengembalian dana, BB TNBTS memastikan uang tiket dikembalikan secara penuh dan ditransfer langsung ke rekening pengunjung setelah data dinyatakan terverifikasi.
Sementara itu, pendaki yang memilih penjadwalan ulang dapat melakukannya tanpa dikenakan biaya. Periode pendakian pengganti yang ditawarkan adalah mulai 15 September hingga 30 November 2026.
Pendaki yang melakukan reschedule diwajibkan menggunakan data yang sama seperti ketika melakukan pemesanan tiket awal. Nama anggota kelompok juga tidak dapat diganti dengan orang lain.
Batas pengisian formulir pengajuan refund maupun reschedule ditetapkan pada 11 September 2026, sedangkan proses pengembalian dana diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga 14 hari kerja setelah data selesai diverifikasi.
Sebelumnya Ratusan Pendaki Dievakuasi
Sebelum penutupan diberlakukan, petugas juga telah mengevakuasi ratusan pendaki yang masih berada di kawasan Gunung Semeru. Sebanyak 170 hingga 172 pendaki yang berada di Ranu Kumbolo dipandu turun menuju Ranupani untuk mengantisipasi dampak kebakaran.
Evakuasi dilakukan dengan melibatkan petugas BB TNBTS dan Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST). Seluruh pendaki dilaporkan berada dalam kondisi aman dan proses evakuasi berlangsung kondusif.
Kawasan Ranu Kumbolo menjadi lokasi penting dalam jalur pendakian Semeru karena merupakan area perkemahan yang digunakan pendaki sebelum melanjutkan perjalanan. Karena itu, keselamatan pengunjung menjadi salah satu pertimbangan utama dalam keputusan penutupan total.
Pembukaan Jalur Masih Menunggu Kondisi Aman
Hingga 30 Agustus 2026, BB TNBTS belum menetapkan tanggal pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Semeru. Keputusan tersebut akan bergantung pada perkembangan kondisi kebakaran dan hasil evaluasi keamanan kawasan.
Petugas gabungan masih melakukan upaya pemadaman serta membuat sekat bakar untuk mengendalikan penyebaran api. Penanganan melibatkan berbagai unsur, termasuk Masyarakat Peduli Api, PPGST, porter, BPBD, TNI, dan Polri.
Dengan adanya kebijakan refund dan reschedule, BB TNBTS berupaya memberikan kepastian kepada para pendaki yang sudah memiliki jadwal perjalanan. Sementara itu, penutupan total tetap diberlakukan sampai kawasan jalur pendakian dinilai aman untuk kembali digunakan.





