Jakarta, 31 Agustus 2026 – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menangani persoalan 105 anak tidak sekolah (ATS) yang terdata di wilayah Kecamatan Duren Sawit. Penanganan dilakukan untuk memastikan anak-anak tersebut kembali memperoleh akses pendidikan.
Pemkot Jakarta Timur melalui jajaran terkait melakukan pendataan dan penelusuran terhadap anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menekan angka anak putus sekolah sekaligus memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan.
Data Anak Ditelusuri
Petugas melakukan pendataan secara lebih rinci untuk mengetahui kondisi masing-masing anak. Penelusuran mencakup alasan anak tidak bersekolah, kondisi keluarga, hingga kemungkinan sekolah kembali.
Pendekatan tersebut diperlukan karena penyebab anak tidak sekolah dapat berbeda-beda. Faktor ekonomi, kondisi keluarga, maupun persoalan lainnya dapat menjadi hambatan bagi anak untuk melanjutkan pendidikan.
Dengan data yang lebih lengkap, pemerintah dapat menentukan bentuk intervensi yang sesuai bagi setiap anak.
Diarahkan Kembali ke Pendidikan
Pemkot Jakarta Timur berupaya menghubungkan anak-anak yang tidak sekolah dengan jalur pendidikan yang masih dapat mereka tempuh. Anak yang memenuhi persyaratan dapat diarahkan untuk kembali mengikuti pendidikan formal.
Sementara itu, anak yang memiliki kondisi tertentu dapat dipertimbangkan mengikuti jalur pendidikan nonformal maupun program kesetaraan.
Langkah tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada seluruh anak untuk kembali belajar sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
Perlu Dukungan Keluarga
Penanganan anak tidak sekolah juga membutuhkan keterlibatan orang tua dan lingkungan sekitar. Pemerintah tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga mendorong keluarga agar mendukung anak kembali mendapatkan pendidikan.
Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, serta masyarakat menjadi penting agar anak yang sudah kembali bersekolah tidak kembali berhenti di tengah jalan.
Pemkot Jakarta Timur berharap penanganan terhadap 105 anak di Duren Sawit dapat menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus menekan jumlah anak tidak sekolah di wilayah tersebut.





